Jumat, 29 Desember 2017

Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi dan menggambarkan secara mendalam problematika yang dihadapi oleh keluarga dari anak dengan intellectual disability(ID) dan memotivasi anak supaya anak bisa berfikir kreatif dan aktif , dengan beberapa pertanyaan penelitian: (1) Bagaimana persepsi keluarga terhadap anak dengan ID? (2) Bagaimana proses penerimaan keluarga terhadap kehadiran anak dengan ID? (3) Apakah dampak kehadiran anak dengan ID di tengah-tengah sebuah keluarga? (4) Bagaimana pengharapan masa depan keluarga terkait dengan kondisi anak dengan ID? Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan etnografi. Subjek penelitian ini adalah empat keluarga yang memiliki anak dengan ID dan dua tokoh masyarakat. Hasil penelitian ini menunjukkan beberapa hal sebagai berikut: (1) mayoritas keluarga memiliki persepsi yang salah terhadap anak dengan ID, yang berawal dari pengetahuan mereka yang sangat terbatas tentang ID dan berujung pada intervensi yang salah; (2) semua keluarga masih berada dalam proses menuju penerimaan; (3) kehadiran anak dengan ID di tengah-tengah keluarga memunculkan berbagai dampak negatif dan positif, baik secara personal, secara interpersonal dalam satu keluarga, maupun secara interaksional keluarga dengan lingkungan sekitar; (4) mayoritas keluarga berharap anak mengalami kesembuhan atau menjadi normal.

Latar belakang
Pengertian Pendidikan
Pendidikan adalah suatu persoalan yang begitu penting untuk kita semua dan hampir semuanya atau orang secara individual pernah merasakan yang namanya pendidikan, entah itu sejak dini atau ketika ia sudah beranjak besar. Kata pendidikan ini memang tak aneh lagi apabila terdengar oleh telinga kita.
Mengapa seperti itu? Karena kita semua adalah manusia yang pernah menjalani sebuah pendidikan supaya bisa tergapainya suatu keinginan dan cita-cita yang kalian impi-impikan sejak dini.
Berikut dibawah ini akan ada sedikit penjelasan tentang pendidikan dan dilengkapi dengan tujuan dari pendidikan itu sendiri.
Pengertian Pendidikan Menurut Wikipedia
Pendidikan ialah sebuah pembelajaran keterampilan, pengetahuan, dan kebiasaan-kebiasaan sekerumunan orang yang diwariskan dari satu generasi kepada generasi-generasi lainnya melewati pembelajaran, penelitian atau pelatihan. Pendidikan ini kerap terjadi dibawah ajaran orang lain, namun juga pendidikan ini ada yang melakukannya secara otodidak.
Pengertian Pendidikan Menurut Undang-Undang
Pendidikan menurut pengertian undang-undang SISDIKNAS no. 20 Tahun 2003, ialah suatu usaha kesadaran dan rencana untuk membangun suasana belajar dan metode pembelajaran sedemikian rupa agar para peserta didik bisa membangun dan mengembangkan kemampuan dirinya agar mempunyai kecerdasan, kepintaran, keterampilan, pengedalian diri dalam bersosial, kepribadian, kekuatan spiritual keagamaan, dan berakhlak mulia.

Pembahasan

MOTIVASI UNTUK BELAJAR
Memberikan semangat atau support terhadap anak guna untuk membuatnya agar lebih giat lagi dalam belajar merupakan salah satu persoalan yang patut untuk kita perhatikan. Apalagi apabila sang anak sudah mulai masuk ke jenjang pendidikan sekolah dasar (SD), tentunya sang anak tersebut harus mendapati perhatian lebih.
Penyampaian tentang pendidikan dari kecil ini merupakan salah satu perbuatan yang sangat baik dan juga akan memberikan pengaruh positif kepada sang anak ketika ia sudah besar nanti.
Jikalau sang anak tidak ada yang memberikan sebuah motivasi dari guru-guru atau orang tua, tentu saja sang anak akan mendapati kejenuhan ketika ia sedang belajar. Maka dari itu, memberikan sebuah motivasi dengan rutin menjadi kewajiban sebagai orang tua dan juga para guru-guru ketika berlangsungnya proses belajar mengajar.
Berikut dibawah ini saya akan berbagi sedikit mengenai tips atau cara memberi motivasi untuk belajar kepada sang anak.
1. Proses Kegiatan Pengajaran yang Beragam
Adanya cara ini perlu oleh guru-guru yang mengajar pelajaran anak-anak di sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah keatas. Mengapa guru-guru harus menerapkan cara seperti ini? Karena ketika belajar di sekolah akan terasa jenuh dan juga membosankan apabila terlalu serba sama.
Jikalau anak atau siswa dan siswi jenuh dalam belajar, tentu saja persoalan itu akan membuat turun rasa semangat dalam menimba ilmu dan belajar didalam kelas.
Maka anak itu akan kurang memiliki hasrat untuk memahami dan menangkap pelajaran yang disampaikan dan juga pelajaran yang telah diterangkan oleh sang guru. Oleh karena itu, disini seorang guru memang memiliki tugas yang benar sangat-sangat harus diperhatikan apabila guru itu menginginkan seluruh anak didiknya berhasil dalam memahami penjelasan yang telah disampaikan kepadanya.
2. Menjadikan Anak yang Aktif Ketika Belajar
Seorang guru patut dapat memberikan sebuah kelulusan kepada anak didiknya untuk mengekspresikan diri ketika berpendapat, berkreasi, bertanya, mendesain, dan hal-hal lainnya yang memancing kegiatan dan juga keaktifan seorang anak ketika sedang belajar.
3. Memberikan Sebuah Penghargaan Kepada Murid
Seorang guru patut dapat memberikan sebuah petunjuk kepada murid atau anak didiknya mengenai persoalan yang baik dan juga bagaimana caranya untuk bisa mendapatkan sebuah hasil yang bagus juga maksimal. Jangan sampai membiarkan dan mendiamkan murid-muridnya mencontek, mengerjakan tugas yang asal-asalan, dan lain-lainnya.
4. Memberikan Sebuah Pengakuan Kepada Hasil Belajar
Jikalau murid atau anak didik telah berusaha secara sungguh-sungguh ketika belajar, maka berikanlah dia sebuah pengakuan atau penghargaan yang dapat membuat dirinya merasa gembira dan juga dapat memberikan dorongan lebih dalam meningkatkan usaha dan prestasinya ketika ia belajar.
Lantas harus memberikan penghargaan berupa apa? Penghargaan ini bisa diberikan dalam bentuk hadiah atau pun sesuatu lainnya yang bisa membuat sang anak itu merasa gembira.
5. Tidak Memberikan Suatu Ancaman Kepada Murid
Seorang guru jangan sampai membuat anak muridnya merasa terancam, misalkan seperti memberikan suatu hukuman yang mana hukuman tersebut tidak patut diberikan kepada sang murid, kekerasan kepada murid, dan masih banyak ancaman-ancaman yang tidak wajar lainnya.
Misalkan seperti mengancam kepada murid jikalau murid tersebut mendapati nilai yang memang tidak bagus dan juga tidak memuaskan (jelek), persoalan ini dapat mengakibatkan murid berbuat berbagai hal cara untuk terhindar dari segala ancaman sang guru. Seperti halnya mengerjakan tugas dengan mencontek agar mendapatkan nilai yang bagus sehingga bisa terhindar dari ancaman sang guru.
Cara Melatih Anak Agar Percaya Diri
Memiliki rasa percaya diri ini adalah sebuah bekal yang begitu penting untuk keberhasilan anak ketika besar nanti. Sering kali kita mendapati orang-orang dewasa yang masih ada sifat pemalu dan juga tidak berani untuk tampil di hadapan umum.
Kenapa seperti itu? Karena orang tersebut kurang mempunyai rasa percaya diri yang tertanam pada dirinya, sedangkan untuk menjadi sebuah pemimpin atau raja harus memiliki keberanian untuk tampil di hadapan umum dan juga harus memiliki rasa percaya diri yang tinggi.
Oleh karena itu, kita dapat mengambil sedikit pendapat bahwa adanya rasa percaya diri didalam jiwa kita itu begitu penting sekali guna untuk keberhasilan seseorang. Untuk menumbuhkan dan melatih rasa percaya diri lebih baik ketika diri kita masih kecil atau anak-anak.
Kemudian apa saja hal-hal yang harus dilakukan demi pertumbuhan sang anak menjadi seorang yang mempunyai tingkat kepercayaan diri yang maksimal? Berikut dibawah ini akan ada beberapa cara untuk mengajarkan kepada anak mengenai rasa percaya diri
1. Membantu Anak Untuk Mendapatkan Aktivitas yang Cocok
Biasanya setiap anak yang dilahirkan ke dunia ini pasti mempunyai kelebihan dan juga kekurangan masing-masing pada dirinya. Kita sebagai orang tuanya tentu saja patut untuk dapat mengenal lebih dekat lagi tentang kelebihan dan juga kekurangan yang dimiliki oleh sang anak.
Bisa jadi persoalan ini dapat kita lihat ketika sang anak mulai memasuki kedalam pendidikan formal. Misalnya seperti seorang anak yang mempunyai kelebihan didalam bidang kesenian atau memiliki hobi tinggi di bidang olahraga tertentu seperti basket, futsal, voley, dan olahraga-olahraga lainnya.
Kita sebagai orang tuanya patut mengenali adanya kelebihan-kelebihan dan apa saja kegemaran yang digemari oleh sang anak, selain itu kita juga sebagai orang tua harus turut mendukungnya selagi kegiatan sang anak itu masih tergolong ke dalam kategori yang positif.
Apabila sang anak telah menjumpai dengan kegiatan-kegiatan yang memang sangat diminati olehnya, maka disitu rasa percaya dirinya akan terasa mudah untuk bertumbuh dan berkembang pada dirinya serta kita sebagai orang tua dari anak itu akan terasa lebih mudah untuk melatih dan membangun kepercayaan diri pada sang anak.
Contohnya seperti ada seorang anak yang mempunyai nada suara yang bagus, maka kita sebagai orang tuanya dapat membantu untuk mencarikan suatu aktivitas atau kegiatan yang memang cocok untuknya. Misalkan seperti mencarikan guru nyanyi agar sang anak bisa menjadi penyanyi yang terkenal, atau mencarikan guru ngaji agar sang anak bisa menjadi seorang penghafal Al-Qur’an dan juga menjadi seorang Qori yang sholeh atau sholehah.
2. Memberikan Sebuah Hadiah kepada Anak
Cara selanjutnya ialah jikalau anak mengerjakan sesuatu yang memang bisa terbilang mewah kita sebagai orangtuanya berikanlah sebuah hadiah yang mana hadiah tersebut dapat membuat anak merasa besar hati. Akan tetapi dengan catatan untuk niat melatih dan menumbuhkan rasa percaya diri terhadap sang anak.
Misalkan jikalau sang anak berhasil menjadi salah satu juara kelas di sekolahnya, maka pujilah anak kita dengan perkataan-perkataan yang baik, banyak ko perkataan-perkataan baik yang biasa digunakan untuk memuji seseorang, salah satu contoh nya ialah seperti ini “Wah… anak mamah pintar sekali bisa meraih penghargaan sebagai salah satu siswa terpintar di kelas, semangat dan tingkatkan terus prestasi kamu ya nak “
Dengan mengucapkan kata-kata baik seperti itu, tentunya dapat membuat hati sang anak ini merasa senang, merasa bangga, merasa gembira ketika mendengar ucapan-ucapan pujian yang keluar dari orang tua tercinta. Akan tetapi ada satu hal yang harus diingat “kita jangan terlalu berlebihan dalam memberikan suatu pujian terhadap sang anak”.
3. Memakai Perkataan Baik ketika Menegur Anak
Berbicara, berkata, bercakap dengan menggunakan kata-kata baik dan lembut alangkah baiknya kita gunakan didalam setiap keadaan dan kondisi, entah itu ketika kita sedang kesal karena sang anak mengerjakan sebuah kesalahan, nah disitu kita menegur sang anak dengan menggunakan tutur kata yang baik dan lembut.
Bukan hanya itu saja, ketika anak lagi membutuhkan rasa kepercayaan diri untuk mengerjakan atau melakukan sesuatu hal, berikanlah motivasi-motivasi dengan tutur kata yang baik dan juga tutur kata yang dapat mendorongnya agar dapat mengerjakan sesuatu tersebut.
Contoh misalkan seperti ini “Ayo nak semangat jangan merasa takut gagal sebelum kamu mencobanya, ayo coba dulu karena ibu sama bapak yakin kalo kamu itu anak yang cerdas, pintar sehingga kamu bisa melakukan olimpiade matematika itu dengan muda, ayo berjuang doa ibu dan bapak selalu terpanjat untukmu nak :)”.
4. Menjauhi Perkataan yang Dapat Menyinggung Anak
Cara yang ke empat ini masih ada sangkutan atau ikatan dengan cara yang ketiga, bahwasanya kita sebagai orang tua jangan sampai mengucapkan perkataan-perkataan kasar yang secara tidak langsung keluar dari lisan, membentaknya, berperilaku kasar kepadanya, apalagi kita sampai berbuat tidak sewajarnya kepada anak.
Tentu saja, persoalan seperti itu akan menyinggung perasaan dan hati anak kita, dengan adanya perilaku-perilaku seperti itu bisa membuat anak akan terpuruk dan secara tidak langsung mental dan tingkat kepercayaan dirinya ikut turun.
Dengan seperti itu dapat membuat anak kita berkembang dan bertumbuh menjadi seseorang yang tidak mempunyai rasa percaya diri pada dirinya sehingga dia akan selalu minder dan merasa malu ketika sedang mengerjakan atau sedang menampilkan suatu hal yang menurut pandangan orang-orang itu bagus.
Jika demikian, maka harapan-harapan anak untuk menjadi seorang yang berhasil dan sukses akan semakin berkurang.
5. Jangan Sampai Membanding-bandingkan Anak
Nah persoalan ini juga patut sekali kita perhatikan sebagai orang tua si buah hati, karena setiap anak itu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Oleh karena itu, kita sebagai orang tua jangan sampai dan jangan pernah sesekali untuk membandingkan anak kita dengan sodaranya, teman-temannya bahkan dengan orang lain sekaligus.
Karena jikalau kita membanding-bandingkan hal buruk yang teradapat pada dirinya dengan orang lain maka persoalan itu dapat mengganggu psikologinya, begitu juga sebaliknya apabila kita membanding-bandingkan kebaikan yang ada pada dirinya itu akan memudahkan sifat sombong pada diri sang anak.
6. Mengajari Berhubungan/Komunikasi yang Baik
Cara yang terakhir pada contoh artikel tentang Melatih Anak Agar Percaya diri ialah dengan membiasakan diri kita untuk berhubungan atau berkomunikasi dengan anak, agar sang anak lebih terbiasa lagi ketika berbicara dan juga berkomunikasi dengan kita sebagai orang tuanya atau pun dengan orang lain.
Ketika orang tua sering berhubungan dengan anak, maka sang anak pun akan jauh lebih aktif lagi ketika ia sedang berhubungan atau berkomunikasi. Contoh kecilnya seperti halnya sang anak akan bertanya-tanya dan tidak menutup kemungkinan akan mengeluarkan seluruh unek-unek yang ada didalam benaknya.
Bukan hanya unek-unek saja yang akan dia keluarkan, tetapi apabila dia memiliki ide-ide yang bagus pun akan langsung mengutarakan kepada yang lainnya karena didalam dirinya sudah mulai timbul rasa percaya diri yang tinggi karena sering adanya komunikasi dengan orangtua dan komunikasi-komunikasi dengan orang-orang lainnya.
Penyebab anak kreatif dan tidak nya itu tergantung dengan dorongan dari orang tua dan orang yang berada dii lingkungannya.  Dan harus banyak makan makanan yang sehat untuk otak kecerdasaan sih anak di